Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts

Ilmuwan Ciptakan Air Kering

Posted by Anonymous on Sunday, 7 October 2012

Air selalu identik dengan basah. Meski terlihat sangat kontradiktif, ilmuwan berhasil menciptakan 'air kering' atau dry water.

Rupa 'air kering' ini mirip gula bubuk dan diharapkan akan jadi 'percikan besar' secara komersial.

Tiap partikel dari air ini berisi tetesan air yang dikelilingi lapisan pasir silika. Faktanya, 95 persen dari 'dry water' adalah air 'basah'.

Salah satu keunggulan dari produk ini adalah kemampuannya menyerap gas.



Para ilmuwan yakin, dry water bisa digunakan untuk melawan pemanasan global (global warming). Caranya, dengan menyerap dan menyaring gas rumah kaca -- karbon dioksida (CO2).

Tes membuktikan, air kering ini tiga kali lebih baik dalam hal menyerap CO2 dibandingkan air biasa.

Air kering membuktikan bisa berguna menyimpan metana dan memperluas potensi sumber energi gas alam.

Dr Ben Carter dari University of Liverpool mempresentasikan hasil riset dry water dalam The 240th National Meeting of the American Chemical Society di Boston.

"Tidak ada yang seperti ini. Kami berharap bisa melihat dry water membuat gelombang di masa depan," kata dia, seperti dimuat laman Belfast Telegraph, Kamis 26 Agustus 2010.

Aplikasi lainnya didemonstrasikan oleh tim dengan cara menggunakan dry water sebagai katalisator untuk mempercepat reaksi antara hidrogen dan asam maleat.

Ini menghasilkan asam suksinat, bahan baku utama yang banyak digunakan untuk membuat obat, bahan makanan, dan produk konsumen.

Biasanya hidrogen dan asam maleat harus diaduk secara bersamaan untuk membuat asam suksinat.

Namun, proses ini tak lagi diperlukan jika menggunakan air kering. Ini membuat proses lebih ramah lingkungan dan lebih hemat energi.

"Jika Anda dapat menghapus proses pengadukan, maka kemungkinan Anda membuat penghematan energi yang cukup besar," kata Dr Carter.

Teknologi ini juga dapat diadaptasi untuk menciptakan "emulsi bubuk kering" -- campuran dari dua atau lebih cairan yang tak bisa disatukan -- seperti minyak dan air.

Para peneliti percaya, emulsi kering bisa membuat penyimpanan cairan berbahaya lebih aman dan lebih mudah. 

http://forum.viva.co.id/aneh-dan-lucu/27244-aneh-tapi-nyata-ilmuwan-ciptakan-air-kering.html
More aboutIlmuwan Ciptakan Air Kering

Kristal Es Dibentuk Oleh 275 Molekul Air

Posted by Anonymous on Saturday, 6 October 2012


Berapa molekul air yang dibutuhkan untuk membentuk kristal es? Pertanyaan ini mungkin dianggap tidak penting. Tapi, topik ini menjadi kajian menarik bagi tim ilmuwan asal Jerman.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tim peneliti pimpinan Thomas Zeuch dari University of Goottingen dan Udo Buck dari Max Planck Institute for Dynamic Research and Self Organization melakukan analisis dengan bantuan spektrometer massa dan spektroskopi inframerah.

Pada kluster molekul air, tim ilmuwan menambahkan molekul sodium. Penambahan memungkinkan analisis dengan spektrometer massa dan spektroskopi inframerah bisa dilakukan secara bersamaan. Penelitian dilakukan di bawah suhu titik beku.

Ilustrasi proses pembentukan kristal es. (Credit: Udo et al., 2012 / Science)

Spektroskopi inframerah memungkinkan ilmuwan mengetahui frekuensi gelombang inframerah yang diserap oleh ikatan kimia di molekul air. Frekuensi yang diserap oleh ikatan pada molekul air yang cair dan es berbeda.
“Kami berhasil menentukan awal proses kristalisasi, proses dimana inti dari kluster air yang ada membentuk kristal es. Ini butuh sekitar 275 molekul,” ungkap Zeuch seperti dikutip oleh Chemistry World, 20 September 2012 lalu.
“Dengan menambahkan molekul, kristal dalam kluster berkembang. Untuk kurang lebih 475 molekul, kluster menjadi kristal nano yang menunjukkan spektrum es. Di sana, kita mendapatkan gambaran penuh proses perubahan dari amorf menjadi kristal es,” tambahnya.
Jumlah molekul dalam kluster yang terlalu sedikit tidak dapat membentuk es karena tidak cukup untuk membentuk struktur dasar kristal es yang berbentuk segi enam dan ruang diantaranya.
Publik mungkin bertanya apa aplikasi penelitian ini. Menurut Christoph Salzmann, peneliti yang mempelajari material kristal, penelitian yang dilakukan Zeuch dan Buck adalah pencapaian besar dan tidak mudah dilakukan. Ke depan, pengetahuan yang dihasilkan bisa digunakan untuk beragam penelitian aplikatif.
Zeuch dan Buck mengatakan, metode yang dipakai dalam penelitian ini bisa digunakan untuk meneliti proes kristalisasi pada molekul lain, misalnya alkohol. Penelitiannya dipublikasikan di jurnal Science, 21 September 2012 lalu.
Referensi Jurnal :
Christoph C. Pradzynski, Richard M. Forck, Thomas Zeuch, Petr Slavíček, and Udo Buck, 2012. A fully size-resolved perspective on the crystallization of water clusters, Science, 337 (6101): pp. 1529-1532. DOI: 10.1126/science.1225468.
Sumber : Chemistry World
Artikel merupakan tulisan ulang oleh perpustakaan.or.is dari materi yang ditulis oleh Yunanto Wiji Utomo di Kompas(Kamis, 4 Oktober 2012 | 19:29 WIB).
More aboutKristal Es Dibentuk Oleh 275 Molekul Air

Penemuan Jamur Bercahaya Di Borneo

Posted by Anonymous


Ahli jamur asal Belanda menemukan dua spesies jamur yang mampu menghasilkan cahaya dalam ekspedisinya ke Borneo. Salah satu spesies jamur itu diduga spesies baru.
“Jamur ini menghasilkan cahaya langka tetapi eksis di belahan dunia tertentu. Fenomena ini disebut bioluminesens dan hanya bisa dilihat di daerah yang gelap di dalam hutan,” ungkap Luis Morgardo dari Leiden University, salah satu ilmuwan yang terlibat penemuan, dalam tulisannya di Naturalist Biodiversity Center, Selasa (25/9/2012).

Untuk menemukan spesies tersebut, Morgardo bekerja bersama ilmuwan lain, termasuk Jozsef Geml, asisten profesor di Leiden University, dan peneliti di Herbarium Nasional Belanda, yang menjadi pengawasnya. Mereka menjelajahi ekosistem di Gunung Kinabalu, wilayah Borneo di Malaysia. Ekspedisi untuk menemukan jamur ini harus dilakukan pada malam hari.

Spesies jamur bercahaya ditemukan di Bprneo. (Credit: Luis Morgardo)

“Di siang hari, satu spesies mungkin dijumpai dan difoto tanpa tahu bahwa spesies itu termasuk bioluminesens. Hanya ekspedisi pada malam hari yang bisa mengungkap fenomena yang tersembunyi di siang hari ini,” papar Morgardo.
Morgardo menambahkan bahwa untuk menemukan spesies eksotik, ekspedisi malam hari memang harus dilakukan. Jika hanya menuruti kebiasaan, pergi pagi dan pulang sebelum matahari tenggelam, Morgardo mengatakan, “Anda berisiko untuk melewatkan penemuan berharga.”
Menurut Morgardo, bioluminesens pada jamur merupakan hasil dari proses oksidasi dan belum didokumentasikan dengan baik. Bioluminesens merupakan strategi jamur untuk menarik serangga sehingga dapat menyebarkan sporanya. Di hutan hujan tropis yang minim angin untuk menyebarkan spora, serangga sangat berharga.
Selain menemukan jamur bercahaya ini, tim peneliti asal Belanda yang juga disertai peneliti Malaysia pun mengoleksi 3.500 sampel DNA dari 1.400 spesies tumbuhan, hewan, dan jamur. Dari analisis sampel, terungkap setidaknya 160 spesies yang belum dikenal.
Diberitakan Livescience, Kamis (4/10/2012), peneliti lain yang ikut serta dalam ekspedisi, Hans Feijen, menemukan lalat yang matanya memiliki semacam tangkai untuk menarik betina. Lalat itu dinyatakan bisa hidup hingga 1,5 tahun, usia yang sangat panjang bagi golongan serangga.
Rachel Schwallier, peneliti lain, juga menemukan kantong semar jenis Nepenthes lowii di tempat yang belum didokumentasikan sebagai habitat spesies itu. Seluruh penemuan baru akan dipublikasikan tahun depan.
Sumber : Naturalist Biodiversity Center, Livescience

More aboutPenemuan Jamur Bercahaya Di Borneo

Thorium sebagai Sumber Energi Alternatif

Posted by Anonymous on Sunday, 16 September 2012


Persatuan Insinyur Indonesia masih mengkaji potensi thorium atau nuklir jinak di sejumlah daerah sebagai energi alternatif untuk masa depan. ”Ketersediaan thorium sebagai sumber energi lebih lama dibandingkan dengan energi yang lain. Selain itu, pemanfaatannya bisa mencapai ratusan juta tahun,”
kata Wakil Ketua Badan Kejuruan Mesin Persatuan Insinyur Indonesia, Bambang Purwohadi, di Jakarta, Kamis (21/6/2012).

Bambang menuturkan, bila rencana tersebut telah terealisasi, diharapkan bisa mendukung kebutuhan energi dalam negeri yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Energi masih menjadi permasalahan utama nasional saat ini, sehingga potensi energi alternatif sangat diperlukan,” ujarnya.

Thorium bisa menjadi energi alternatif karena ramah lingkungan sehingga masyarakat diharapkan tidak khawatir dengan penggunaan energi ini.

“Tenaga nuklir memang dikhawatirkan warga karena tingginya radiasi yang ditimbulkan. Meski thorium merupakan nuklir, tapi ramah lingkungan,” papar Bambang.

Sejauh ini, lokasi potensi energi alternatif di dalam negeri masih dirahasiakan karena masih dalam tahap penelitian.

Sementara itu,  Sekretaris Jenderal Badan Kejuruan Mesin Persatuan Insinyur Indonesia (BKM PII), Handoko mengatakan, thorium sebagai energi baru bisa diaplikasikan untuk sektor otomotif.

“Diharapkan thorium bisa digunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM) yang ketersediaannya dinilai semakin menyusut,” katanya.

Sumber: ANT


Artikel ini merupakan tulisan ulang perpustakaan.or.id dari materi yang disediakan oleh Kompas. Artikel ini ditulis oleh Yunanto Wiji Utomo dan Tri Wahono

More aboutThorium sebagai Sumber Energi Alternatif